Senin, 21 September 2015

Kalor dan Teknologi



Artinya:
“Berilah aku potongan-potongan besi". hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)". hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu". (QS. Al-Kahfi: 96) 
Jauhari, dalam kitabnya menafsirkan bahwa potongan besi berbentuk balok-balok di panaskan di atas api, yang bahan bakarnya berupa kayu bakar yang dikumpulkan dari tumbuhan sekitar. Kemudian setelah sekian lama dipanaskan, besi akan mencair. Disamping itu, tembaga juga dipanaskan sampai meleleh. Selanjutnya besi dan tembaga dijadikan sebagai bahan dasar tembok untuk menahan Ya’juj dan Ma’juj.

Informasi dari ayat di atas adalah dari cerita raja Dzulqarnain dalam Al-Qur’an tentang pembuatan tembok yang sangat kuat untuk menahan Ya’juj dan Ma’juj, yaitu makhluk sangat berbahaya sebagai tanda berakhirnya zaman di dunia (tanda kiamat). 
Berdasarkan ayat ini, diperoleh informasi tentang zat padat yang dipanaskan dengan tinggi suhu tertentu bisa mencair, sehingga para ilmuwan dapat mengembangkan konsep panas (kalor).
            Maha besar Allah yang telah memberikan gambaran tentang proses pembuatan tembok penahan yang sangat kuat, semua adalah agar manusia belajar dan mengambil manfaatnya. Antara lain pembuatan perhiasan dan perlengkapan rumah.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar