Minggu, 26 Mei 2013

Energi


Energi juga telah dibahas dalam Al Quran tetapi tidak dituliskan secara jelas melainkan dengan kata-kata lain seperti kata Nur atau cahaya, seperti dalam Qs. An-Nûr/24: 35
"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada Pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu." ( Qs. An-Nûr/24: 35).


Kata Nur atau yang berarti cahaya di atas mempunyai maksud energi. Karena cahaya adalah energi yang paling utama, tanpa cahaya bumi ini sangat dingin dan semua makhluk hidup tidak dapat hidup di bumi ini. Dengan cahaya matahari, tumbuhan dapat melakukan fotosintesis, manusia dapat menjemur pakaian dan cahaya matahari dapat diubah menjadi energi listrik sehingga dapat digunakan untuk menyalakan lampu dan alat-alat listrik yang lain.

Kajian tentang energi juga terdapat dalam Qs. Al Hadîd/57: 25 "... dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." ( Qs. Al Hadîd/57: 25).
Dari ayat di atas berarti dalam besi terdapat kekuatan yang besar, atau di dalam besi terdapat energi yang besar sehingga dapat dimanfaatkan bagi manusia.

Pengertian Energi
Energi adalah suatu kemampuan atau potensi untuk melakukan suatu usaha (perubahan). Secara umum energi dibagi menjadi  dua, yaitu energi transisional (transitional energy) dan energi tersimpan (trored energy) (Archie W. Culp, 1989:3-6).

1. Energi Transisisonal
Energi transisional adalah energi yang sedang bergerak, dan dapat berpindah melintasi suatu batas sistem.

2. Energi Tersimpan
Energi tersimpan adalah energi yang berwujud sebagai massa, posisi dalam medan gaya, dan lain-lain.
Karena belum adanya metode dan sistem pengklasifikasian energi yang dapat diterima secara umum, Archie W. Culp membagi energi menjadi 6 kelompok atau klasifikasi utama, yaitu:

a. Energi Mekanik
Energi mekanik adalah suatu energi yang dapat digunakan mengangkat suatu benda. Energi mekanik dapat disimpan dalam bentuk energi potensial dan dalam bentuk energi kinetik.
Contoh energi potensial adalah energi dalam medan gravitasi, energi yang berkaitan dengan regangan elastisitas. Sedangkan contoh energi kinetik adalah roda gila (flywheel).

b. Energi Listrik
Energi listrik adalah jenis energi yang berkaitan dengan arus dan akumulasi elektron.
Contoh energi yang tersimpan dalam accu.
Tentang listrik dijelaskan juga dalam Al Qur an Qs. An-Nûr/24: 35
"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) Hampir-hampir menerangi, walaupun tidak
disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu." ( Qs. An-Nûr/24: 35).
Dalam ayat di atas yang mempunyai arti " yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi walaupun tidak di sentuh api, cahaya diatas cahaya, " Hal yang menarik bagi penulis adalah kalimat" yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat", apabila kita memperhatikan arah mata angin, kalau bukan timur dan barat, bukankah ini berarti utara dan selatan, utara dan selatan adalah kutub magnet, magnet (elektro magnetik) berguna sebagai pembangkit induksi listrik untuk menghasilkan energi listrik.
Dalam ayat ini kata pohon zaitun seumpama generator dan minyak seumpama arus listrik dimana apabila arus dengan kutub yang berbeda  dihubungkan akan menimbulkan percikan (" minyaknya hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api "). Menurut penulis ayat ini jelas-jelas menulis tentang listrik dan bola lampu, yang disampaikan melalui perumpamaan-perumpamaan, sesuai dengan kelanjutan ayat tersebut" Allah membimbing kepada Cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (Dian Fansuri Nainggolan, 2007. http://www.waspada.co.id/Mimbar-Jumat/Artikel-Jumat/Prinsip-Dasar-Listrik-Menurut-Al-Qur-an.html.29 Desember 2008).

c. Energi Elektromagnetik
Energi elektromagnetik adalah suatu bentuk energi yang berkaitan dengan radiasi elektromagnetik. Dan radiasi elektromagnetik adalah suatu bentuk nergi murni yang artinya tidak berkaitan dengan massa.
Contoh, radiasi gamma, sinar X, dan radiasi gelombang radio.

d. Energi Kimia
Energi Kimia adalah energi yang keluar sebagai hasil interaksi elektron dimana dua atau lebih atom dan / molekul berkombinasi menghasilkan senyawa kimia yang stabil.
Contoh, pembakaran pada bensin, pembakaran pada solar.

e. Energi Nuklir
Energi Nuklir adalah bentuk energi lain yang hanya ada sebagai energi tersimpan yang bisa dilepas akibat interaksi pertikel dengan atau di dalam inti atom.
Contoh, peluluhan radioaktif.

f. Energi Panas
Energi panas (termal) adalah bentuk energi dasar dengan arti kata, semua
bentuk energi lain dapat dikonversi secara penuh ke energi ini. Bentuk
transisional dari energi termal adalah panas. Energi termal dapat
disimpan hampir pada semua media sebagai panas sebagai panas sensibel
maupun panas laten. Penyimpanan panas sensibel diikuti dengan
kenaikan suhu (temperatur), sedangkan penyimpanan panas laten diikuti
dengan perubahan fase dan bersifat isotermis.
Contoh: panas yang terkandung dalam api.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar